8 Tantangan dalam Pengembangan Software ERP dan Solusinya

ERP Software
Contents

Share the article

Contents

Bisnis semakin kompetitif. Semakin besar perusahaan, maka semakin banyak divisi yang terlibat sehingga membutuhkan sebuah sistem atau software untuk memudahkan proses operasional perusahaan. 

Di sinilah software Enterprise Resource Planning (ERP) berperan. ERP memungkinkan perusahaan untuk mengelola berbagai aspek operasional, mulai dari keuangan, sumber daya manusia, produksi, hingga logistik dalam satu platform yang saling terintegrasi. 

Perusahaan yang memiliki software ERP, bisa meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi kesalahan akibat input manual, dan mendapatkan insight berbasis data sebelum mengambil keputusan. 

Namun, meskipun manfaatnya begitu besar, pengembangan dan implementasi software ERP bukanlah tugas yang mudah. Banyak perusahaan menghadapi berbagai tantangan teknis maupun non-teknis yang bisa menghambat adopsi sistem ini. 

Dalam artikel ini, kami akan mengulas tantangan-tantangan utama dalam pengembangan software ERP serta solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasinya.

Tantangan dalam Pengembangan Software ERP 

1. Resistensi Terhadap Perubahan

Software ERP mengubah cara kerja perusahaan secara signifikan. Karyawan yang terbiasa dengan sistem lama sering kali merasa tidak nyaman dengan perubahan, baik karena kurangnya pemahaman terhadap sistem baru maupun ketakutan bahwa ERP akan membuat pekerjaan mereka menjadi lebih kompleks atau bahkan menggantikan peran mereka. 

Selain itu, manajer mungkin juga merasa khawatir karena ERP bisa memberikan transparansi lebih besar, sehingga kinerja mereka lebih mudah dievaluasi.

Solusi:

  • Melibatkan karyawan dalam proses perubahan sejak awal dan memberikan komunikasi yang jelas mengenai manfaat ERP bagi karyawan
  • Menyelenggarakan pelatihan yang komprehensif agar karyawan bisa lebih cepat & mudah beradaptasi dengan sistem baru.

2. Biaya Implementasi yang Tinggi

Pengembangan dan implementasi software ERP membutuhkan investasi besar, baik untuk lisensi, infrastruktur, pelatihan, maupun konsultasi. Selain itu, ada pula biaya tersembunyi seperti integrasi dengan sistem lain, penyesuaian fitur, dan kebutuhan support teknis dalam jangka panjang. 

Solusi:

  • Memilih model software ERP berbasis cloud untuk mengurangi biaya awal.
  • Mengimplementasikan sistem secara bertahap sehingga memprioritaskan hal yang paling penting terlebih dahulu. 
  • Memiliki perencanaan anggaran yang matang dan memilih vendor yang menawarkan fleksibilitas harga. Namun, perlu dipahami jika investasi pada software yang murah, bisa jadi tidak menjawab kebutuhan perusahaan secara menyeluruh.
  • Mengoptimalkan open-source ERP jika memungkinkan, sehingga biaya development dapat ditekan.

BACA JUGA: Berapa Besar Biaya Development di Software House?

3. Kualitas Data yang Buruk

Salah satu tantangan dalam pengembangan software ERP adalah kualitas data yang tidak akurat. Seringkali ada juga duplikasi data hingga informasi yang tidak struktur. Hal ini dapat menyebabkan kesalahan dalam sistem ERP hingga mengurangi efektivitas analisis data. 

Bahkan, kesalahan dalam data juga bisa menyebabkan hasil analitik yang salah, yang berisiko pada pengambilan keputusan yang kurang tepat. Sebagai solusi, perusahaan perlu cleaning dan memvalidasi data sebelum melakukan migrasi ke sistem baru

4. Ketidakcocokan Antara Software dan Proses Bisnis

Tidak semua ERP sesuai dengan kebutuhan spesifik perusahaan. Jika software dipaksakan untuk mengikuti proses bisnis yang unik tanpa adanya kustomisasi, hal ini bisa menyebabkan ketidakefisienan dan resistensi dari pengguna.

Perusahaan perlu melakukan analisis sebelum memilih atau mengembangkan ERP. Gunakan juga software ERP yang fleksibel sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. 

5. Ketergantungan pada Vendor

Ketergantungan terhadap vendor juga menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan software ERP. Hal ini bisa jadi risiko besar jika kerja sama antara vendor terputus, vendor mengalami kebangkrutan, atau menerapkan biaya tambahan yang tak terduga. 

Oleh karena itu, dalam pengembangan software ERP, perusahaan perlu memastikan vendor software house memiliki rekam jejak yang baik. Susun kontrak dengan jelas, termasuk jaminan maintenance dan updates.

BACA JUGA: 7 Alasan Perusahaan Perlu Investasi Menggunakan Software House Premium

6. Waktu Implementasi yang Lama

Software ERP sering kali memerlukan waktu implementasi yang panjang, yang dapat mengganggu operasi bisnis. Proyek ERP yang tidak direncanakan dengan baik bisa tertunda dalam jangka waktu yang lama sehingga berisiko menimbulkan biaya tambahan.

Solusi:

  • Membuat perencanaan implementasi yang realistis dan menyiapkan tim proyek khusus.
  • Menggunakan metodologi agile development untuk memastikan implementasi berjalan lebih fleksibel dan adaptif.

7. Keamanan dan Kepatuhan Regulasi

ERP menyimpan data sensitif perusahaan, termasuk informasi finansial, data pelanggan, dan informasi strategis lainnya. Oleh karena itu, aspek keamanan harus menjadi prioritas utama, terutama dalam menghadapi ancaman serangan cyber yang semakin kompleks.

Pastikan untuk menggunakan enkripsi data dan sistem otorisasi yang kuat. Selain itu, pastikan software ERP yang dibuat mematuhi regulasi yang berlaku di industri terkait hingga monitoring keamanan secara real-time untuk mencegah ancaman dan kebocoran data. 

8. Kesulitan dalam Integrasi dengan Sistem Lama

Tantangan terakhir adalah kesulitan dalam integrasi dengan sistem lama. Banyak perusahaan masih memiliki sistem lama (legacy system) yang sulit diintegrasikan dengan software ERP baru. 

Sistem yang tidak kompatibel dapat menyebabkan ketidakseimbangan operasional dan menghambat efisiensi proses bisnis.

Solusinya, gunakan middleware atau API yang memungkinkan integrasi antara ERP dan sistem lama. Jika memungkinkan, lakukan migrasi dari sistem lama ke software ERP secara bertahap untuk mengurangi gangguan operasional.

Kesimpulan

Meskipun implementasi software ERP menghadirkan berbagai tantangan, solusi yang tepat dapat membantu bisnis mendapatkan manfaat maksimal dari sistem ini. Di Badr Interactive, kami memahami kompleksitas pengembangan ERP dan menawarkan solusi software development yang fleksibel dan dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan bisnis Anda.

Dengan pendekatan berbasis agile, tim ahli kami akan membantu Anda melalui seluruh proses pengembangan, mulai dari analisis kebutuhan, desain sistem, hingga implementasi dan pelatihan. 

Kami juga memastikan software ERP yang kami bangun memiliki integrasi yang mulus dengan sistem lain, keamanan tinggi, serta dukungan penuh pasca-implementasi.

Jika bisnis Anda sedang mempertimbangkan pengembangan atau implementasi software ERP, Badr Interactive siap menjadi mitra teknologi yang andal untuk membantu bisnis Anda.

Hubungi kami sekarang untuk konsultasi lebih lanjut!

Need the Right Digital Solution for Your Business?

We’re here to help you design the best digital solutions tailored to your business needs.

Share the article

Grow Your Knowledge

About Software Development with Our Free Guidebook

Grow Your Knowledge

About Software Development with Our Guidebook

You dream it.

We build it!

We provide several bonuses FOR FREE to help you in making decisions to develop your own system/application.

  • Risk Free Development Trial 
  • Zero Requirement and Consultation Cost 
  • Free Website/Mobile Audit Performance

Our Services

Software Development • Quality Assurance • Big Data Solution • Infrastructure • IT Training

You might also like

Mengapa Code Review Sangat Penting dalam Proses Development

Berapa Estimasi Biaya Pembuatan Website dan Aplikasi Mobile Melalui Software House?

Software House

7 Alasan Perusahaan Perlu Investasi Menggunakan Software House Premium

Silakan isi data di bawah sebelum mendownload file.

Silakan isi data di bawah sebelum mendownload file.

Silakan isi data di bawah sebelum mendownload file.

Silakan isi data di bawah sebelum mendownload file.

Signup for Free Software Development Guidebook: Input Email. Submit me.