Berapa Estimasi Biaya Pembuatan Website dan Aplikasi Mobile Melalui Software House?

Contents

Share the article

Contents

Kehadiran website dan aplikasi mobile bukan lagi sekadar pilihan, tetapi kebutuhan bagi bisnis yang ingin berkembang. Dari meningkatkan brand awareness, meningkatkan engagement pelanggan, hingga mendukung otomatisasi operasional. 

Apalagi user saat ini mencari informasi, produk, layanan, hingga pembelian secara online. 

Namun, yang jadi pertanyaan adalah, berapa estimasi harga atau biaya pembuatan website dan aplikasi mobile? Apakah perusahaan perlu merekrut banyak tim atau justru menggunakan jasa software development?

Harga pembuatan website bisa sangat bervariasi, tergantung pada tingkat kompleksitas, ukuran proyek, desain, dan lainnya. Agar perusahaan bisa menyesuaikan budget dengan efektif, simak estimasi biaya pembuatan website dalam artikel ini. 

Ketahui juga komponen yang memengaruhi biaya pembuatan sebuah website atau aplikasi mobile. 

In-House Development vs Software House, Mana yang Paling Cocok untuk Bisnis Anda?

Dalam pengembangan software, perusahaan bisa memilih apakah sistem akan dikembangkan dengan sumber daya internal (in-house development) atau dengan skema outsourcing ke software house. 

Keduanya jelas memiliki biaya yang berbeda, sehingga perlu dipertimbangkan baik buruknya.

In-House Development

In-house development biasanya terlihat lebih low budget, padahal belum tentu lebih efektif. Terutama jika anggota tim masih baru dibentuk, mayoritas fresh graduate, kemampuan dibawah rata-rata, serta pengalaman yang masih ‘hijau’.

Sebagai gambaran, jika perusahaan ingin membentuk tim in-house development, setidaknya struktur biaya yang harus disiapkan adalah beberapa aspek berikut:

  • Perlengkapan kerja & lisensi software: Laptop, device testing, lisensi development tools, lisensi software desain, dan lainnya. Bahkan, beberapa role seperti programmer dan designer perlu memiliki device dengan spek yang lebih mahal.
  • Operasional kantor: Jika perusahaan belum memiliki infrastruktur IT, perlu ada investasi tambahan seperti sewa kantor atau coworking space.
  • Gaji dan rekrutmen SDM: Mencari developer berpengalaman cukup sulit dan memerlukan biaya tinggi, termasuk gaji, bonus, lembutan, BPJS, hingga asuransi tetap per bulan. Cost yang dikeluarkan juga besar, karena butuh banyak spesialis untuk membuat website dan aplikasi mobile.
  • Manajemen & pelatihan: Developer membutuhkan supervisi, training berkala, dan insentif agar tetap produktif.

Perlu diingat, selama tim tersebut masih menjadi bagian dari perusahaan, apalagi sudah menjadi karyawan tetap, maka biaya tersebut terus keluar setiap bulannya. 

Software House

Banyak perusahaan memilih untuk menggunakan jasa software house dibandingkan dengan in-house development, apalagi kebutuhan pengembangan biasanya insidental dan tidak panjang. 

Alasan lain yaitu karena kekhawatiran bahwa tim tersebut tidak bisa disupervisi dengan optimal. Dalam hal ini mekanisme outsourcing ke software house atau perusahaan software yang memberikan jasa pembuatan software seperti jasa pembuatan website, pembuatan aplikasi mobile, infrastruktur IT dan lain sebagainya adalah pilihan yang tepat.

Menggunakan jasa software house adalah alternatif bagi bisnis yang ingin mendapatkan hasil berkualitas tanpa harus mengelola tim internal. Keuntungan utama adalah:

  • Hemat biaya & waktu: Tidak perlu investasi awal untuk infrastruktur dan perekrutan.
  • Akses ke tim profesional:  Tim software house biasanya terdiri dari developer, UI/UX designer, business analyst, dan QA tester.
  • Fokus pada bisnis:  Perusahaan bisa lebih fokus pada operasional tanpa harus menangani teknis pengembangan aplikasi.

Lantas, berapakah biaya pembuatan website atau aplikasi mobile di jasa software house?

BACA JUGA: Menghitung ROI dari Biaya Pengembangan Website dan Aplikasi Mobile Bisnis Anda

Faktor yang Mempengaruhi Biaya Pembuatan Website dan Aplikasi Mobile

Saat menggunakan jasa software house, biaya development umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor utama berikut:

1. Estimasi Waktu Pengembangan (Mandays)

Durasi proyek dihitung dalam jumlah mandays (jumlah hari kerja yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek).

Dalam pengalaman kami, jumlah mandays setiap proyek sangat bervariasi. Sebagai estimasi, berikut jumlah mandays berdasarkan jenis aplikasi yang akan dibuat. 

Jenis AplikasiEstimasi Mandays
Website sederhana (profil perusahaan)20 – 30 mandays
E-commerce website dan learning management system standard60 – 80 mandays
Custom software development100 – 240 mandays

Semakin kompleks fitur yang diminta, semakin lama waktu pengerjaan dan semakin tinggi biayanya. Maka pastikan Anda telah memiliki requirement yang detail dalam proyek Anda. 

2. Jumlah dan Spesialisasi Developer

Jumlah developer juga sangat terkait dengan harga pembuatan website atau aplikasi mobile. Jumlah developer yang dialokasi dalam suatu proyek biasanya tergantung dari dua hal:

  • Kebutuhan Technology Stack yang bervariasi.
  • Faktor kompleksitas sistem maupun kebutuhan untuk mengejar deadline

Seperti yang diketahui, ada banyak teknologi yang biasa digunakan dalam pembuatan web dan mobile. Web sendiri biasanya dibagi dua, ada yang berperan sebagai frontend dan ada yang sebagai backend. 

Misalnya Anda hendak membuat aplikasi ecommerce paket lengkap baik di website maupun di mobile, maka setidaknya dibutuhkan empat developer, yakni Developer Web Backend, Developer Web Frontend, Developer Android, dan Developer iOS.

Jika backend cukup kompleks serta ada deadline yang ketat, sangat mungkin jika developer backend ditambah menjadi dua bahkan tiga developer. Hal ini dibutuhkan agar tidak menjadi stopper untuk developer web frontend dan dua developer mobile. 

3. Rate Harga Per Manday

Setiap software house memiliki tarif per mandays yang berbeda-beda, tergantung dari kompleksitas proyek dan pengalaman timnya. Rata-rata di Indonesia:

Jenis DeveloperRate Mandays (IDR)
Junior DeveloperRp 800.000 – Rp 1.500.000
Mid-Level DeveloperRp 1.500.000 – Rp 2.500.000
Senior DeveloperRp 2.500.000 – Rp 4.000.000

Dari ketiga komponen di atas, berikut ini rumus menghitung harga pembuatan website atau aplikasi mobile dari software house:

Budget Proyek = Jumlah Estimasi Mandays x Jumlah Developer x Rate Mandays

Sebagai contoh, ada sebuah perusahaan ingin membuat aplikasi eCommerce. Setelah memberikan dokumen requirement yang detail pada sebuah vendor, software house nanti akan mengestimasi untuk menyelesaikan web eCommerce tersebut dalam waktu 4 bulan atau 80 mandays dengan satu orang developer web frontend dan satu orang developer web backend. 

Misalnya rate developer-nya disamakan di angka Rp2 juta per hari. Maka perkiraan budget pengembangannya adalah:

= 80 mandays x 2 developer x Rp 2.000.000

= Rp 320.000.000,-

Skema Pembiayaan: Fixed Price vs Agile Development

Mungkin masih sulit terbayang menentukan jumlah mandays sendiri dan jumlah developernya, lebih-lebih Anda memiliki budget yang terbatas. Anda bisa mempertimbangkan skema Agile Development

Dalam skema ini,  software house atau penyedia jasa aplikasi akan menerapkan model ‘argo’, pembayaran sejumlah tertentu, per periode tertentu sampai batas limit budget yang telah disepakati.

Mengapa skema Agile ini menjadi menarik?

  1. Menyesuaikan dengan budget yang dimiliki, deliverable akan disesuaikan dengan budget yang disepakati.
  2. Tidak perlu membuat dokumen requirement yang detail dan rumit di awal, terlebih model bisnis masih dalam tahap validasi, sehingga dibutuhkan fleksibilitas akan perubahan.
  3. Kontrol penuh terhadap tim yang di-hire dalam setiap sprint, apa yang dikerjakan oleh tim development. Bisa memutuskan untuk go live di sprint atau bulan tertentu sesuai progress development yang ada.

Misalnya dengan studi kasus yang sama seperti yang sebelumnya, karena klien belum bisa untuk memberikan detail requirement, maka klien menginfokan budget maksimalnya yakni di angka 250 juta. 

Sementara dari pihak penyedia jasa aplikasi memiliki rate satu developer per bulan di angka Rp35 juta, jika dua developer berarti 70 juta per bulan. Maka penyedia jasa aplikasi tersebut akan menyediakan satu tim development dedicated dengan dua developer selama sekitar 3,5 bulan. 

Kemudian software house dan klien akan bersama-sama menyusun roadmap MVP selama 3,5  bulan untuk mendapatkan deliverable yang optimal. Requirement software pun dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan validasi model bisnis yang paralel dijalankan. Rencana go live juga lebih fleksibel tidak harus menunggu di akhir bulan ke tiga.

BACA JUGA: Agile Development: Pengembangan Adaptif dan Efisien

Biaya Infrastruktur dan Penyedia Layanan Lainnya

Ibarat bangunan, Anda tentu tidak akan bisa berdiri sendiri jika tidak ada tanahnya. Maka website atau aplikasi mobile juga tidak akan bisa berdiri sendiri tanpa adanya infrastruktur, baik berupa hosting, virtual private server (VPS), hingga dedicated server. 

Tak hanya itu, ada juga biaya lainnya. Seperti layanan email jika website Anda terdapat fitur konfirmasi email atau layanan SMS jika aplikasi terdapat fitur registrasi menggunakan OTP. 

Belum lagi jika layanan Google Maps, layanan notifikasi, dan layanan aplikasi lainnya yang mayoritas tidak gratis.

Maka, estimasi biaya software development  untuk proyek web eCommerce dengan skema Agile di atas, yang membutuhkan membutuhkan subscription pada penyedia layanan email, penyedia layanan SMS, dan penyedia layanan third party payment adalah sebagai berikut.

Budget Development Skema Agile3.5 bulanRp 250.000.000
Budget Paid Maintenance (Rp 10.000.000 per bulan)6 bulanRp 60.000.000
Penyedia Layanan Email “MailGun” paket 50.000 email per bulan ($35 per bulan), asumsi rupiah per dollar Rp 15.00012 bulanRp 6.300.000
Penyedia Layanan SMS “Zenziva” paket 10 SMS per menit (Rp 500.000 per bulan)12 bulanRp 6.000.000
Penyedia Layanan Third Party “Midtrans” paket Virtual Account, asumsi 1000 transaksi per bulan (Rp 4.000 per transaksi)12 bulanRp 48.000.000
Penyedia Layanan Server VPS “IDCloudHost” CPU 16 core Memory 16GB Disk 200GB (Rp 1.400.000 per bulan)12 bulanRp 16.800.000
TotalRp 387.000.000

Kesimpulan

Membuat website atau aplikasi mobile bukan hanya soal biaya pengembangan awal, tetapi juga investasi jangka panjang. Biaya tambahan seperti hosting, layanan pihak ketiga, maintenance, dan update fitur baru harus diperhitungkan sejak awal agar tidak menghambat operasional di kemudian hari.

Pastikan Anda memilih software house yang dapat membantu tidak hanya dalam pengembangan awal, tetapi juga dalam maintenance dan skalabilitas aplikasi. Badr Interactive siap membantu Anda membangun website dan aplikasi mobile yang berkualitas dan scalable. 

Isi form di bawah ini untuk mendapatkan konsultasi gratis bersama tim profesional kami.

Need the Right Digital Solution for Your Business?

We’re here to help you design the best digital solutions tailored to your business needs.

Share the article

Grow Your Knowledge

About Software Development with Our Free Guidebook

Grow Your Knowledge

About Software Development with Our Guidebook

You dream it.

We build it!

We provide several bonuses FOR FREE to help you in making decisions to develop your own system/application.

  • Risk Free Development Trial 
  • Zero Requirement and Consultation Cost 
  • Free Website/Mobile Audit Performance

Our Services

Software Development • Quality Assurance • Big Data Solution • Infrastructure • IT Training

You might also like

ERP Software

8 Tantangan dalam Pengembangan Software ERP dan Solusinya

Mengapa Code Review Sangat Penting dalam Proses Development

Software House

7 Alasan Perusahaan Perlu Investasi Menggunakan Software House Premium

Silakan isi data di bawah sebelum mendownload file.

Silakan isi data di bawah sebelum mendownload file.

Silakan isi data di bawah sebelum mendownload file.

Silakan isi data di bawah sebelum mendownload file.

Signup for Free Software Development Guidebook: Input Email. Submit me.