Cara Membaca Hasil Load Test dari Jmeter

Contents

Share the article

Contents

Dalam dunia Software Testing, performance testing menjadi salah satu faktor yang krusial dalam menjamin stabilitas dan keandalan aplikasi, terutama dalam kondisi beban tinggi. JMeter, sebagai salah satu tools load testing yang populer, menyediakan berbagai metrik dan laporan yang bisa digunakan untuk mengevaluasi performa aplikasi. Tetapi, memahami hasil load test dari JMeter memerlukan keahlian khusus agar dapat memberikan insight yang berguna. Artikel ini akan membahas cara membaca hasil load test dari JMeter secara komprehensif.

Pengenalan JMeter dan Load Testing

JMeter adalah alat open-source yang dikembangkan oleh Apache Software Foundation untuk menguji kinerja aplikasi, terutama API dan web. Load testing dengan JMeter memungkinkan Developer dan QA untuk mengidentifikasi bottleneck serta memastikan aplikasi dapat menangani beban pengguna yang tinggi.

Struktur Hasil Pengujian di JMeter

Setelah melakukan load test, JMeter menghasilkan beberapa jenis laporan yang dapat dianalisis, seperti:

  • Summary Report: Ringkasan eksekusi uji beban.
  • Aggregate Report: Statistik gabungan dari berbagai skenario pengujian.
  • View Results Tree: Detail setiap request dan response.
  • Graph Results: Grafik performa dari hasil pengujian.

Contoh tampilan Summary Report:

Metode Analisis Data Hasil Pengujian

Untuk menganalisis data hasil pengujian dari JMeter, langkah-langkah berikut bisa diikuti:

  1. Periksa Response Time – Apakah waktu respon sesuai dengan SLA yang ditentukan?
  2. Tinjau Throughput – Seberapa banyak request yang dapat ditangani server per detik?
  3. Identifikasi Error Rate – Apakah ada lonjakan error yang mengindikasikan bottleneck?
  4. Evaluasi Latency – Seberapa cepat server memproses permintaan?

Metrik Kunci dalam JMeter

Beberapa metrik utama dalam hasil pengujian JMeter meliputi:

  • Average Response Time: Waktu rata-rata server merespons permintaan.
  • 90th Percentile Response Time: Menunjukkan bahwa 90% dari permintaan diproses dalam waktu tertentu.
  • Throughput: Jumlah request yang diproses dalam satu detik.
  • Error Rate: Persentase request yang gagal.
  • APDEX (Application Performance Index): Mengukur tingkat kepuasan pengguna berdasarkan waktu respons yang telah ditentukan.

Cara Membaca APDEX dalam JMeter

APDEX adalah indeks yang mengukur kepuasan pengguna dengan skala 0 hingga 1, di mana:

  • 1.0 = Semua pengguna puas
  • 0.5 = Setengah dari pengguna puas
  • 0.0 = Semua pengguna tidak puas

Formula APDEX:

Dalam laporan JMeter, contoh nilai APDEX yang diperoleh:

Statistik Eksekusi dan Response Time

Cara Membaca Tabel Statistik

  • Error Rate Tinggi: Jika persentase error tinggi (misalnya Post: /v2/transactions memiliki error rate 63.93%), ini bisa mengindikasikan masalah pada server atau sistem yang diuji.
  • Waktu Respons yang Lama: Jika average response time tinggi (misalnya Post: /v2/transactions memiliki rata-rata 41.631 ms), ini bisa menunjukkan bahwa server mengalami beban tinggi atau terdapat optimasi yang perlu dilakukan.
  • Max Response Time yang Ekstrem: Jika nilai max jauh lebih tinggi dari rata-rata, berarti ada lonjakan besar dalam beberapa request yang perlu diselidiki.
  • Throughput Rendah: Jika transactions/s rendah, ini bisa menunjukkan server mengalami bottleneck.

Statistik Error

Cara Membaca Tabel Error:

  • 500/Internal Server Error memiliki persentase tertinggi (97.61% dari semua error), yang berarti ada masalah signifikan di sisi server.
  • 502/Bad Gateway menandakan server mengalami kendala dalam menerima respons dari server upstream.
  • 400/Bad Request menunjukkan ada permintaan yang salah dari sisi klien.
  • 422/Unprocessable Entity bisa berarti data yang dikirim tidak dapat diproses oleh server.

Statistik Top 5 Errors by Sampler

Cara Membaca Tabel Top 5 Errors by Sampler:

  • Kolom Sample menunjukkan endpoint yang diuji.
  • #Samples adalah jumlah total request yang dikirim ke endpoint.
  • #Errors menunjukkan jumlah total error yang terjadi.
  • Error Type menunjukkan jenis error yang terjadi pada endpoint tersebut.
  • #Errors dalam setiap jenis error menunjukkan jumlah spesifik error yang terjadi di endpoint tersebut.

Studi Kasus: Evaluasi Performa API dengan JMeter

Studi Kasus: Load Testing Aplikasi SMILE di Badr Interactive

Badr Interactive menggunakan JMeter untuk melakukan load testing pada aplikasi SMILE. Pengujian dilakukan untuk memastikan sistem dapat menangani lonjakan permintaan dari fasilitas kesehatan yang menggunakan aplikasi ini. Hasil pengujian menunjukkan bahwa beberapa endpoint mengalami bottleneck, terutama pada transaksi obat dalam jumlah besar. Dari hasil analisis, tim berhasil mengidentifikasi dan mengoptimalkan query database serta meningkatkan kapasitas server untuk mengurangi waktu respon dan error rate.

Kesimpulan

Memahami hasil load test dari JMeter adalah langkah yang penting dalam meningkatkan kinerja aplikasi. Dengan analisis yang tepat, tim Developer dapat mengidentifikasi bottleneck dan mengoptimalkan performa sistem sebelum rilis ke Production.

Jika Anda membutuhkan bantuan dalam melakukan load testing atau ingin meningkatkan performa aplikasi Anda, tim ahli dari Badr Interactive siap membantu. Hubungi kami melalui contact us atau kirim email ke [email protected] untuk konsultasi lebih lanjut.

FAQ

Q: Apa yang dimaksud dengan throughput dalam JMeter? 

A: Throughput adalah jumlah request yang diproses oleh server per detik. 

Q: Mengapa response time meningkat saat load test berjalan lebih lama? 

A: Peningkatan response time bisa disebabkan oleh resource exhaustion seperti CPU, RAM, atau koneksi database yang mulai kehabisan kapasitas pada server. 

Q: Bagaimana cara mengurangi error rate dalam pengujian JMeter? 

A: Beberapa cara termasuk mengoptimalkan server, menyesuaikan thread pool, dan menerapkan caching yang lebih baik.

Share the article

Grow Your Knowledge

About Software Development with Our Free Guidebook

Grow Your Knowledge

About Software Development with Our Guidebook

You dream it.

We build it!

We provide several bonuses FOR FREE to help you in making decisions to develop your own system/application.

  • Risk Free Development Trial 
  • Zero Requirement and Consultation Cost 
  • Free Website/Mobile Audit Performance

Our Services

Software Development • Quality Assurance • Big Data Solution • Infrastructure • IT Training

You might also like

Apa itu Playwright

Playwright – Dari Pengujian Manual ke Otomatisasi

Software Security

Ketahui Bagaimana Cara Menjaga Keamanan dalam Software Custom untuk Perlindungan Data yang Optimal

Peran Penting Performance Testing dalam Menjamin Kualitas Produk

Silakan isi data di bawah sebelum mendownload file.

Silakan isi data di bawah sebelum mendownload file.

Silakan isi data di bawah sebelum mendownload file.

Silakan isi data di bawah sebelum mendownload file.

Signup for Free Software Development Guidebook: Input Email. Submit me.