Banyak perusahaan hari ini sudah bicara soal AI, machine learning, bahkan generative AI. Namun di lapangan, hasilnya sering tidak sebanding dengan ekspektasi. Proyek mandek, insight tidak bisa dipakai, atau keputusan tetap kembali ke feeling. Masalahnya sering bukan pada AI nya, melainkan pada kematangan data organisasi.
Di BADR, kami melihat pola yang sama berulang kali. AI diposisikan sebagai solusi instan, padahal seharusnya ia adalah konsekuensi dari fondasi data yang sudah rapi dan terpercaya. Pertanyaannya bukan “AI apa yang harus kita pakai?” Melainkan “sebenarnya data kita sudah sejauh mana siap dipakai?”
Data Maturity dari Chaos ke Clarity
Data maturity menggambarkan seberapa matang sebuah organisasi dalam mengelola data. Mulai dari cara data dikumpulkan, disimpan, diamankan, diintegrasikan, hingga digunakan untuk mengambil keputusan strategis.
Organisasi dengan data maturity rendah biasanya mengalami beberapa kondisi berikut. Data tersebar di banyak file Excel dan sistem terpisah. Angka KPI sering berbeda antar tim. Laporan telat dan perlu banyak pembersihan manual. AI terasa mahal dan tidak berdampak nyata.
Sebaliknya, organisasi dengan data maturity tinggi memiliki single source of truth. Data mengalir otomatis lewat pipeline yang jelas. Keputusan bisnis berbasis data, bukan intuisi semata. AI digunakan untuk scale, bukan sekadar eksperimen.
Merasa Sudah Digital Padahal Belum Siap AI
Salah satu bias paling umum yang kami temui adalah asumsi bahwa banyaknya tools dan sistem berarti data sudah siap digunakan. Faktanya, banyak sistem tidak otomatis berarti data matang.
Tanpa definisi data yang seragam, integrasi antar sistem, serta tata kelola dan ownership yang jelas, organisasi justru terjebak di fase reactive. Tim sibuk membersihkan data daripada menganalisisnya.
Di titik ini, investasi AI biasanya lebih banyak membakar biaya dibandingkan menciptakan nilai bisnis nyata.
Data Maturity Assessment Diagnosa Cepat Sebelum Salah Langkah
Untuk membantu organisasi melihat posisinya secara objektif, tim BADR menyusun Data Maturity Assessment. Ini adalah asesmen singkat namun komprehensif untuk memetakan kesiapan data organisasi Anda.
Asesmen ini mengevaluasi 5 area krusial:
- Strategi & Nilai Bisnis – apakah data benar-benar memengaruhi keputusan
- Infrastruktur & Keamanan – dari silo hingga cloud-scale
- Integrasi & Alur Data – manual vs otomatis vs real-time
- Kualitas & Tata Kelola – trust, dokumentasi, dan data lineage
- Kapabilitas Tim & Budaya – dari ketergantungan IT hingga self-service analytics
Hasilnya bukan sekadar skor, tapi klasifikasi yang actionable:
apakah Anda masih berada di fase Chaos, Reactive, Defined, atau sudah AI-Ready.
Struktur asesmen ini dirancang berdasarkan praktik nyata proyek data & AI enterprise yang kami tangani, bukan teori akademik semata
Apa yang Anda Dapatkan dari Data Maturity Assessment Ini
Setelah mengisi asesmen, Anda akan mengetahui level kematangan data organisasi saat ini. Anda juga akan memahami risiko terbesar yang menghambat inisiatif AI dan analytics. Selain itu, Anda mendapatkan rekomendasi langkah lanjutan yang realistis dan sesuai dengan kondisi organisasi Anda saat ini.
Tidak semua organisasi perlu langsung melompat ke AI. Dalam banyak kasus, langkah paling cerdas justru memperkuat fondasi data terlebih dahulu.
Akses Gratis Data Maturity Assessment BADR
Jika Anda ingin mengetahui posisi organisasi Anda saat ini tanpa asumsi dan tanpa jargon marketing, asesmen ini adalah langkah awal yang tepat. Silakan akses Data Maturity Assessment BADR secara gratis dan gunakan sebagai alat refleksi internal, bahan diskusi lintas tim, atau baseline sebelum memulai inisiatif data dan AI.