Seringkali beberapa orang, pimpinan, atau pelaku bisnis bertanya-tanya bagaimana cara membaca sebuah visualisasi data. Kebingungan, ketidak jelasan data, kurang tepat dalam visualisasi, sering menjadi masalah dalam analisis data yang berdampak pada kekeliruan dalam pengambilan keputusan. Salah satu visualisasi data yang paling sering digunakan secara umum pada dashboard bisnis yaitu Line Chart. Line chart adalah grafik yang paling cepat dan tepat untuk membaca perubahan dari waktu ke waktu (tren).

Satu garis sederhana ini, bisa menunjukkan arah naik dan turun, pola musiman, dan titik baliknya sebuah data. Line chart sendiri memiliki ragam variasi. Maka dari itu, perlu diperhatikan pemilihan variasi apa yang paling tepat untuk menampilkan data sehingga membuat pembaca lebih memahami cara membaca datanya dan bagaimana hasilnya. Pada artikel ini akan merangkum variasi line chart dengan panduan kapan memakainya, apa risikonya, dan contoh sederhana agar penerapannya bisa lebih tepat guna.
Single-series Line

Single Line chart digambarkan dengan hanya 1 garis seri data yang menunjukkan 1 seri data di sepanjang waktu. Visualisasi ini diperuntukkan untuk melihat tren secara tunggal seperti naik, turun, atau datar/stabil. Ini juga cocok untuk menggambarkan data penjualan harian, jumlah kunjungan, jumlah order, dan jumlah stok masuk/keluar.
Fokus penggunaan varian ini pada direction dari tren, bukan perbandingan. Dapat diawali dari pertanyaan “Tren dari metrik ini lagi naik atau turun?”.
Multi-series Line

Multi Line chart digambarkan dengan beberapa garis seri data di sepanjang waktu. Setiap garis merepresentasikan kategori atau grup yang berbeda. Visualisasi ini diperuntukkan untuk membandingkan tren antar kategori, misalnya penjualan per outlet, performa per channel, pembuangan per jenis menu.
Penggunaan varian ini saat ingin melihat apakah tren A dan tren B bergerak searah atau berlawanan.
Stacked Area Line

Stacked area line chart digambarkan dengan beberapa garis bertumpuk yang diisi dengan warna untuk memperlihatkan kontribusi bagian terhadap total, melihat komposisi total yang berubah seiring waktu. Misalnya, proporsi pembuangan perkategori, volume transaksi per tipe pembayaran, atau komposisi produksi.
Penggunaan varian ini ketika pertanyaan datanya berupa “Dari total ini, siapa penyumbang data terbesar nya dari waktu ke waktu?”.
Smooth Line

Smooth line chart digambarkan dengan garis lengkung atau kurva halus. Sepintas terlihat seperti line chart dengan garis diagonal pada umumnya. Namun tipe seperti ini ditujukan untuk menujukkan tampilan data yang lebih halus untuk dataset yang fluktuatif dan cenderung kasar sehingga penggunaan garis halus ini dapat membuatnya lebih readible.
Forecast Line Chart

Forecast line chart digambarkan dengan garis kurva yang beberapa data di bagian ujung ditampilkan dengan garis putus-putus menunjukkan area probabilitas (kemungkinan). Ditujukan untuk proyeksi kapasitas, proyeksi penjualan, perencanaan stok, atau prediksi permintaan.
Penggunaan varian ini saat pemantauan data butuh konteks apa yang terjadi di masa depan. Apakah datanya akan naik atau akan turun. Penerapan perhitungan yang praktis dan sederhana menggunakan pendekatan model statistik (Moving Average & Running Average) dengan cara menghitung rata-rata data beberapa periode terakhir lalu rata-rata tersebut dipanjangkan ke depan sebagai prediksi.
Kesimpulan
Pemilihan variasi line chart yang tepat dapat menjadi faktor keberhasilan dalam menyajikan data, informasi, dan paparan yang optimal. Di dalam dunia visualisasi data, variasi ini bertujuan untuk memaparkan data dengan tampilan yang lebih mudah dipahami sekaligus menjaga agar visual tetap sejalan dengan konteks datanya. Pada layanan data di Badr Interactive, sangat concern terhadap pemilihan visualisasi agar user bisa mendapatkan pengalaman pembacaan data dan insight yang optimal.





