5 Hal yang Harus Disiapkan Sebelum Mempekerjakan Agency untuk Proyek Anda! – Google Developer Agency Notes

Disclaimer: Sebagian besar dari artikel ini diterjemahkan dari booklet google developer agency 2018

Pendahuluan

Dalam dunia IT development, pencarian vendor untuk membantu mengembangkan aplikasi merupakan salah satu solusi berkualitas yang cukup praktis namun tidak begitu efisien terutama dalam hal beban biaya yang harus ditanggung. (Baca lebih lengkap artikel kami tentang plus minus pengembangan software dengan in house team; freelance; dan software house).

Dalam artikel kali ini kami akan sedikit berbagi ilmu yang kami dapatkan dari pengalaman Badr Interactive ketika berpartisipasi dalam kegiatan Google Developers Agency Program di Singapura tahun 2018 lalu. Bersama dengan beberapa peserta dari berbagai Negara se- Asia Pasifik, salah satu poin utama untuk mencapai solusi permasalahan proyek IT hari ini adalah dengan optimasi metodologi pengembangan baik agile maupun waterfall. Dalam hal ini, Badr Interactive telah menerapkan metode tersebut dengan melibatkan klien secara intens dari fase sprint zero, sprint planning, bi-weekly review, hingga serah terima proyek.

Satu benang merah yang dapat dilihat dari agency/software house yang sukses dan memiliki nama besar saat ini adalah mereka bekerjasama dengan klien yang telah secara jelas menentukan tujuan dan ekspektasi mereka sebelum memulai proyek mereka. Hal ini kemudian menjadi kunci atas keberhasilan proyek pada akhir periode pengerjaan.

Setidaknya, ada lima hal yang harus disiapkan oleh klien sebelum bekerjasama dengan agency/software house, yaitu:

  1. Determine that the agency approach is right for you
  2. Understand your internal stakeholder to ensure the right involvement
  3. Adopt the right app strategy for you and your users
  4. Set a budget that considers the app’s long term business value
  5. Know how you will measure success

1. Determine that the agency approach is right for you

Pertama-tama, Anda harus memahami bahwa aplikasi atau sistem yang ingin dikembangkan memang benar-benar penting dan relevan terhadap pertumbuhan bisnis Anda. At least, ada beberapa hal yang dapat dipertimbangkan, seperti budaya organisasi, fokus bisnis, rencana bisnis, dan pengalaman bisnis Anda. Dengan beberapa pertimbangan tersebut, Anda dapat menentukan apakah Anda harus membuat aplikasi sendiri atau meng-hire vendor untuk membantu Anda.

Why is it important?

Aplikasi Anda akan merepresentasikan brand bisnis dan organisasi Anda, dimana hal ini akan sangat berpotensi untuk meningkatkan aktivitas bisnis Anda dalam angka yang cukup signifikan. Keputusan terkait dengan bagaimana caranya bisa mendapatkan aplikasi dengan kualitas terbaik, cost yang affordable atau at least, acceptable, dan dalam waktu yang terbatas, dapat ditentukan dengan pemahaman yang mendalam atas kebutuhan bisnis Anda saat ini dan kemampuan tim Anda untuk melakukan development.

Reflection

Mari kita merefleksikan beberapa pertanyaan ini:

  • Seberapa mengerti kita mengenai aplikasi mobile ataupun website?
  • Apakah kita ingin kepemilikan sepenuhnya atas aplikasi tersebut dan mengatur keseluruhan proses development?
  • Apakah memisahkan tim development dan tim bisnis akan berpotensi menghambat alur komunikasi? Sehingga mempengaruhi kualitas aplikasi dan kesesuaian dengan tujuan bisnis?
  • Apakah kita memiliki waktu dan sumber daya untuk merekrut dan membuat tim development kita serta mengimplementasi infrastruktur yang dibutuhkan?
  • Apakah Anda yakin software house atau freelancer dapat lebih baik dalam membuat aplikasi yang Anda inginkan?

Bonus Tip!

Sebaiknya pertimbangkan untuk menggunakan software house/freelancer untuk membuat versi pertama dari aplikasi atau sistem Anda (minimum viable product), sementara Anda membangun sendiri tim development Anda; kemudian, lakukan sendiri hal-hal yang bersifat support, maintenance, bahkan hingga pengembangan berikutnya.

2. Understand your internal stakeholder to ensure the right involvement

https://www.freepik.com/free-vector/business-team-working-as-mechanism_4530233.htm#page=1&query=strategy&position=2

Adalah penting untuk memahami dengan siapa Anda bekerjasama dalam pembuatan aplikasi, bagaimana mereka terlibat dalam menentukan requirement tertentu, mengeksekusi jalannya proyek, serta bagaimana mengatur dan berkomunikasi dengan mereka terkait dengan update terbaru perkembangan proyek Anda. Ketika hal ini telah selesai, Anda dapat memberikan penjelasan dan arahan kepada stakeholder yang terkait dengan proyek Anda, sehingga mereka dapat mengerti ekspektasi Anda terhadap mereka sejak proyek tersebut berjalan.

Why is it important?

Perencanaan stakeholder yang baik di awal akan menjamin perusahaan Anda dan stakeholder terkait memiliki tujuan yang sama dalam pengembangan aplikasi, sehingga dapat memaksimalkan potensi yang ada untuk menciptakan hasil yang berkualitas, tepat waktu dan sesuai budget

How?

  • Identifikasi semua orang yang memiliki kepentingan pada bisnis Anda. Pada startup atau perusahaan kecil (UKM), satu individu bisa saja memiliki lebih dari satu peranan.
  • Tentukan masukkan yang dapat mereka berikan dan/atau bidang yang mereka minati
  • Bekerja dengan setiap orang atau departemen untuk mendefinisikan peran mereka dan laporkan requirement yang dibutuhkan.
  • Pertimbangkan untuk mempekerjakan vendor untuk membantu Anda mendapatkan requirement yang dibutuhkan dan kebutuhan strategis dari stakeholder. Mereka memiliki pengalaman yang signifikan dari proyek-proyek sebelumnya yang dapat berkontribusi pada kesuksesan Anda. Mereka (Vendor/Agency) juga biasanya sering menawarkan jasa “Exploration Phase”

Beberapa tipe peran dan kepentingan mereka yang Anda harus perhatikan:

RoleInsight Provided and Selected Areas of Interest
Chief Executive Officer (CEO)Business case; ROI; investment; resource impact; opportunity cost; quality
Chief Technology Officer (CTO)Platform strategy; backend systems integration; technological overhead and debt; maintenance; resourcing
Chief Marketing Officer (CMO)Promotion strategy; budget; brand representation; app quality (brand building); opportunities for building customer insight
Chief Financial Officer (CFO)Initial cost; maintenance and ongoing cost; preferred supplier policies; supplier onboarding
Project OfficeProject tracking; management and reporting; cross-project (resource) impact; risk management; project support; dependency management
LegalNDA; contract – development, and support; ownership of IP; code access and ownership; risk and dispute management; account ownership; holding of the app’s Keystore and passwords; legal/regulatory compliance; privacy; play store distribution agreement and content policy

Reflection

Mari kita refleksikan beberapa pertanyaan ini

  • Apakah saya sudah mengidentifikasi semua stakeholder saya? Bisa saja ada peran yang belum di-mention sebelumnya (misal: orang yang memegang User Acceptance Test/UAT atau User Experience/ UX)
  • Apakah saya sudah mendefinisikan semua peran tersebut dan apakah mereka memahami apa saja peranan mereka?
  • Apakah saya memiliki matriks laporan tertentu sebagai pertimbangan untuk setiap stakeholder?
  • Apakah saya memiliki direktur proyek yang capable dan workable escalation jika terjadi ketidaksepakatan antara stakeholder?
  • Apakah sebuah design sprint dapat membantu mengklarifikasi semua requirement dengan stakeholder pada tahap awal?
  • Apakah saya sudah secara jelas mendetailkan masalah bisnis yang ingin saya selesaikan?

Bonus Tip!

Menggunakan sebuah alat seperti Pixate untuk membuat prototype dengan cepat, Anda dapat mengumpulkan kesepakatan antar stakeholder mengenai apa yang Anda inginkan sebelum Anda mulai kodingan Anda.

3. Adopt the right app strategy for you and your users

Pertimbangkan untuk menggunakan sebuah pendekatan web yang tergabung dengan app sebagai penawaran Anda untuk memaksimalkan aksesibilitas user dan potensial user Anda.

Why is it important?

User akan mencari servis Anda melalui website ataupun aplikasi di playstore. Sebaiknya jangan menggunakan pendekatan native application saja, dan mendorong strategi yang bersifat cross platform dengan mengikutsertakan website. Anda sebaiknya melakukan ini setelah sepenuhnya mengerti mengenai keuntungan dan biaya yang harus Anda keluarkan untuk native dan web development.

Jika Anda hanya menggunakan strategi native application saja, kemungkinan akan ada risiko dimana ketika Anda mengarahkan user via website untuk men-download aplikasi Anda, mereka akan:

  • tidak memiliki memori lebih di device mereka
  • berfokus pada bandwidth yang dibutuhkan untuk men-download aplikasi
  • mungkin tidak ingin menambah jumlah aplikasi di handphone mereka

Dalam skenario ini Anda dapat dengan mudah kehilangan customer. Disisi lain website memiliki hambatan yang lebih rendah untuk masuk dibandingkan aplikasi, user hanya tinggal klik dan load website-nya. Hal ini akan membantu Anda menawarkan konten dan pengalaman yang user dapat langsung rasakan. Kedatangan progressive web apps dan meningkatnya kekuatan dari browser-based apps menggambarkan bahwa jarak antara mobile apps dan website sudah semakin tipis.

Progressive web apps dapat menginstall icon pada homescreen, support push notification untuk meningkatkan engagement, dan menawarkan offline browsing dengan service worker. Dengan fitur seperti web Bluetooth, WebBL, WebRTC, dan masih banyak lagi yang akan datang di masa mendatang, jarak antara native apps dan mobile web akan semakin lama mengecil.

Best practice

  • Menggunakan desain material untuk menciptakan pengalaman yang sama pada aset digital Anda
  • Implementasi App Indexing, sehingga konten aplikasi Anda muncul dalam search results, driving adoption dan re-engagement for free
  • Pertimbangkan untuk memperluas pengalaman dari aplikasi Anda pada Android Wear; Android Auto; atau Android TV
  • Koordinasikan peluncuran produk Anda pada beberapa platform dan jalankan satu campaign marketing untuk mendapatkan dampak yang lebih besar. Ingat, google play review biasanya membutuhkan waktu beberapa jam, sementara toko lain dapat lebih lama

Reflection

  • Apa yang competitor saya lakukan?
  • Negara mana yang ingin saya targetkan? (dan apakah Negara-negara tersebut memiliki batasan pada data atau devices popular yang dapat mempengaruhi kemungkinan dari user meng-install aplikasi Anda).

4. Set a budget that considers the app’s long term business value

Ketika Anda berbicara mengenai budget, ingatlah bahwa tujuan Anda adalah untuk menciptakan aplikasi yang berkualitas yang dapat membawa nilai lebih (value) bagi bisnis Anda, bukan sekedar memiliki fitur tertentu pada waktu yang Anda inginkan.

Why is it important?

Membuat aplikasi android mungkin saja menjadi kunci utama dari strategi Anda. Berinvestasi pada pembuatan aplikasi dapat membangun brand Anda, membantu mendapatkan user baru atau bahkan dapat mendorong peningkatan pendapatan Anda.

Harga menjadi poin utama dari berbagai proyek, akan tetapi ia harus dapat diseimbangkan dengan ruang lingkup (scope), waktu untuk menyelesaikan proyek Anda (time), dan kualitas. Terutama jika Anda membuat sebuah aplikasi, Anda harus dapat menemukan keseimbangan optimal antara ketiga elemen tersebut.

Reflection

  • Bagaimana Saya dapat memproyeksikan bisnis saya dengan aplikasi untuk mendapatkan ROI? Hal ini dapat dilihat baik dalam segi pendapatan, brand exposure (sebagai contoh jumlah user yang men-download), customer retention, atau respon terhadap ancaman kompetitif di masa mendatang
  • Sampai sejauh mana investasi perusahaan Saya pada satu aplikasi bias terhadap platform tertentu? Apakah investasi yang diberikan cukup masuk akal? Apakah target demografi dan jumlah download sesuai dengan jumlah investasi Saya?
  • Apakah ada biaya tambahan yang belum Saya perhitungkan (seperti biaya marketing aplikasi, biaya maintenance, dan lain-lain)?
  • Apakah perusahaan Saya benar-benar mengerti perbedaan antara sebuah aplikasi dan aplikasi berkualitas tinggi, dan apa dampaknya pada bisnis Saya?

 

5. Know how you will measure success

Anda harus dapat membuat tujuan yang terukur dan memahami standar keberhasilan dari proyek atau aplikasi Anda Setelah itu Anda dapat membuat Key Performance Indicators (KPIs): jumlah yang Anda gunakan untuk mengukur kesuksesan Anda.

Why is it important?

Anda harus mengerti bahwa bagaimana cara Anda mengukur kesuksesan membantu Anda untuk menentukan apakah aplikasi Anda sesuai dengan tujuan bisnis Anda. Hal ini juga dapat membantu Anda untuk membuat laporan kepada stakeholder utama pasca peluncuran aplikasi Anda.

How to do it:

Jika tujuan Anda adalah untuk meningkatkan profitabilitas melalui pembelian aplikasi, satu KPI yang harus ada adalah rasio transaksi per user, sehingga ketika rasio naik, hal ini berarti Anda melakukan pekerjaan yang baik dalam mengajak user untuk membeli dengan lebih sering. Tujuan lain yang mungkin juga penting adalah kualitas rating user karena berimplikasi pada brand Anda, sebagaimana dengan jumlah download.

Jika tujuan Anda adalah untuk menunjukkan iklan kepada user, Anda mungkin dapat membuat KPI yang terkait dengan peningkatan engagement; jika screen views per sesi meningkat, Anda dapat menunjukkan iklan yang lebih banyak, dimana hal itu akan mengkonfirmasi bahwa Anda berada dalam jalan yang benar.

Membuat atau mengimplementasikan solusi analisis dalam sebuah aplikasi dapat membantu Anda untuk mengerti pola perilaku user dan performa akuisisi, yang membantu Anda untuk mengoptimalkan bisnis Anda berbasis data. Dari sekian banyak kemampuan, penguasaan data akan membantu Anda untuk melakukan segmentasi pelanggan Anda pada beberapa grup penting, membantu aktivitas marketing Anda, memberdayakan A/B/n testing, dan membantu debugging aplikasi Anda.  Sangat penting untuk mencari agency yang mengerti bahwa data analisis adalah poin utama dalam proses development aplikasi mobile.

The question to ask the agency:

Apakah Anda memiliki pengetahuan untuk menciptakan atau mengimplementasi solusi analisis dari scratch  dalam aplikasi Anda? Bagaimana Anda biasanya menggunakan data untuk membantu development aplikasi dan testing?

The question to ask yourself:

  • Bagaimana Saya dapat membuat analytic driven culture sebagai bagian dari kerjasama antara agency dan perusahaan Saya?
  • Apa saja matriks kesuksesan yang berpengaruh pada perusahaan Saya?
  • Apakah Saya dapat menyebarkan data analisis Saya secara berkala dengan agency?

Bonus Tip

Ingatlah bahwa pelaporan progress dari aplikasi Anda setelah diluncurkan atau aktifitas maintenance juga harus direncanakan; fokus bukan hanya pada deliverables-nya saja.

Share on facebook
Facebook
Share on telegram
Telegram
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on email
Email
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on reddit
Reddit

100+ companies have collaboration with Badr Interactive

For more than 10 years, we have developed 300+ websites/apps for our various clients. Let’s join and create the best system for your company

Other Insight