Saat membuat design, pernahkah Anda merasa bahwa button perannya minim? Padahal, elemen kecil ini punya potensi besar untuk memandu pengguna, memicu aksi, dan bahkan menciptakan pengalaman yang menyenangkan.
Button merupakan elemen yang sangat fundamental pada sebuah aplikasi untuk mendorong user melakukan sebuah interaksi. Di dunia nyata, button sangat berguna sebagai medium untuk konfigurasi sebuah alat. Seperti radio tape pada mobil, atau button pada alat elektronik lainnya. Tanpa button, kita tidak akan bisa melakukan interaksi dengan alat atau aplikasi yang kita gunakan. Di dunia digital untuk platform aplikasi atau website, button digunakan untuk memungkinkan kita mengambil tindakan khusus seperti mengirim formulir, menyimpan data, mengunduh dokumen, atau membuat data baru.
Button sendiri merupakan elemen yang secara visual memicu interpretasi user bahwa ia dapat diklik atau disentuh yang juga memicu tindakan tertentu. Dengan membuat button berinteraksi, sebuah button yang tidak hanya fungsional, tapi juga ‘berbicara’ dengan pengguna melalui animasi halus, perubahan warna, atau efek hover yang menarik.
Mengapa button sangat penting?
- Fungsi Interaktivitas
Tanpa button, pengguna tidak dapat melakukan tindakan seperti mengirim data, menyimpan perubahan, atau berpindah halaman. Contoh: Button “Submit”, “Save”, “Next”, atau “Cancel”. - Navigasi yang Jelas
Button membantu pengguna memahami alur navigasi dalam aplikasi atau website. Button seperti “Back”, “Next”, atau “Home” memandu pengguna untuk berpindah antarhalaman atau bagian dengan mudah. - Meningkatkan User Experience (UX)
Design button yang baik (ukuran, warna, teks, dan penempatan) membuat pengguna merasa nyaman dan tidak bingung saat menggunakan aplikasi. Button yang jelas dan mudah ditemukan mengurangi frustrasi pengguna dan meningkatkan kepuasan. - Call to Action (CTA)
Button sering digunakan sebagai Call to Action (CTA) yang mendorong pengguna untuk melakukan tindakan tertentu, seperti mendaftar, membeli, atau mengunduh.
Contoh: Button “Daftar Sekarang”, “Beli”, atau “Download”. - Aksesibilitas
Button yang dirancang dengan mempertimbangkan aksesibilitas (seperti ukuran yang cukup besar, kontras warna yang baik, dan dukungan untuk navigasi keyboard) memastikan bahwa semua pengguna, termasuk mereka dengan disabilitas, dapat menggunakan aplikasi dengan mudah. - Feedback Visual
Button memberikan feedback visual saat diklik atau dihover, yang membantu pengguna memahami bahwa tindakan mereka telah diterima oleh sistem. Ini meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap aplikasi.
Dalam penggunaannya untuk menunjang aplikasi yang memiliki user experience yang baik dan kejelasan dalam design, komponen button dapat memiliki beberapa variant berdasarkan kondisi seperti default, hover, pressed, atau clicked.
State | Deskripsi | Dampak Positif bagi Pengguna |
Default | Status awal button saat belum ada interaksi. Biasanya ditampilkan dengan warna dan gaya yang netral. | Memberikan petunjuk visual bahwa elemen tersebut adalah button yang dapat diklik. |
Hover | Status button saat kursor diarahkan ke atasnya. Biasanya ditandai dengan perubahan warna, bayangan, atau animasi ringan. | Memberikan umpan balik visual bahwa button interaktif dan siap diklik. Meningkatkan daya tarik dan interaktivitas. |
Pressed | Status button saat ditekan (klik kiri mouse atau sentuhan jari). Biasanya ditandai dengan perubahan warna yang lebih gelap atau efek “penekanan” visual. | Memberikan umpan balik visual instan bahwa button sedang ditekan, mengonfirmasi tindakan pengguna. Mencegah klik ganda yang tidak disengaja. |
Clicked | Status button setelah diklik dan tindakan yang terkait telah dieksekusi. Biasanya ditandai dengan perubahan warna atau animasi yang menunjukkan keberhasilan tindakan. | Memberikan umpan balik visual bahwa tindakan telah berhasil dilakukan. Meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap sistem. |
Berikut adalah eksplorasi button dengan Figma yang dapat menjadi referensi Anda untuk membuat button yang interaktif khususnya pada primary button. Kami melampirkan hasil akhir eksplorasi kami di bagian akhir.
Button Dengan Style Neumorphism

Button neumorphism adalah button yang menerapkan gaya design neumorphism, yaitu gabungan dari design skeuomorphic dan flat, untuk memberikan efek tiga dimensi yang realistis namun minimalis. Biasanya secara tampilan button ini menggunakan warna yang flat dan netral sesuai dengan warna latar belakang yang digunakan.
Salah satu contoh penerapan button neumorphism pada sebuah aplikasi pemutar musik bernama Musical – Neurmophism Player menerapkan gaya neumorphism pada halaman player dan playlist musik.

Neumorphism dapat diterapkan pada berbagai elemen UI interaktif, seperti button, dial, dan panel, untuk memberikan kesan yang lebih dinamis dan modern namun tetap mempertahankan estetika minimalis dengan menghindari detail yang berlebihan.
Button Dengan Style 3 Dimensi
Jika Anda pernah merasa button di layar terlalu datar dan membosankan, mari kita coba sesuatu yang berbeda: button 3D. Elemen UI ini bukan sekadar pajangan, tapi sebuah cara untuk membawa pengalaman interaksi ke level yang lebih seru. Button 3 dimensi atau 3D adalah elemen user interface yang diciptakan untuk memiliki tampilan yang lebih modern, menarik, dan interaktif sehingga user akan mendapatkan experiences seperti menekan button fisik dalam dunia nyata.

Apa yang membuat button 3D ini spesial? Jawabannya sederhana: ilusi timbul. Ketika Anda menekan button 3D, rasanya seperti menekan button fisik. Ini berkat kombinasi efek visual dan suara ‘klik’ yang bikin interaksi terasa lebih nyata.
Secara teknis, kita perlu dua hal untuk menciptakan button 3D: design visual dan animasi. Design visual fokus pada trik mata, menciptakan ilusi timbul dengan shadow, gradient, dan tekstur. Shadow bikin button seolah timbul, gradient memberi transisi cahaya yang halus, dan tekstur menambah detail permukaan yang realistis.

Dalam implementasinya, button 3D dapat dikombinasikan dengan efek visual hover dan click serta suara “click” saat pengguna menekannya. Implementasi tersebut akan memberikan experiences lebih lengkap karena stimulasi tidak hanya diberikan secara visual dan sentuhan melainkan juga secara auditori. Umumnya, button 3D digunakan di web development, software applications, dan game development.
Peran Eksplorasi Button pada Real-Project
Dari eksplorasi 2 interactive button tersebut, kita bisa melihat betapa pentingnya elemen kecil ini dalam menciptakan pengalaman pengguna yang menarik dan imersif. Implementasi button neumorphism dan 3D di BADR Interactive memang belum sepenuhnya dilakukan secara maksimal karena beberapa project yang kami kerjakan tidak cocok dengan penggunaan button tersebut. Namun salah satu implementasi button interaktif untuk game, kami terapkan pada project edukasi pencegahan rokok sejak dini, game Riko.


Tentunya, button interaktif ini dapat meningkatkan pengalaman pengguna yang baik sesuai dengan tujuan aplikasi ataupun sistem yang hendak dibangun, serta bergantung pada target pengguna yang hendak dicapai ditinjau dari psikologis atau demografis. Dari penerapan ini, keuntungan yang kami dapatkan didasari dengan pengalaman pengguna yakni:
- Meningkatkan Keterlibatan Pengguna
Button interaktif dengan efek visual yang menarik dapat menarik perhatian pengguna dan membuat mereka lebih tertarik untuk berinteraksi dengan aplikasi. - Meningkatkan Intuisi Pengguna
Button 3D atau neumorphism dapat memberikan petunjuk visual tentang fungsi button, sehingga pengguna dapat dengan mudah memahami cara menggunakannya. Efek kedalaman dan bayangan membantu pengguna membedakan antara elemen yang dapat diklik dan elemen statis. - Memberikan Estetika
Button dengan design yang menarik dapat meningkatkan estetika keseluruhan aplikasi dan membuatnya lebih menarik secara visual.
Kami percaya bahwa setiap elemen design, termasuk button, memiliki potensi untuk meningkatkan interaksi pengguna dan memperkuat pesan yang ingin disampaikan. Oleh karena itu, kami terus mengembangkan keahlian kami dalam menciptakan design UI/UX yang inovatif, dan fokus pada pengguna.
Jika Anda ingin menciptakan produk digital dengan design UI/UX yang intuitif, fungsional, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna, BADR Interactive siap membantu. Melalui layanan jasa UI/UX Design (discovery & design, UX Audit, UX Research), ataupun jasa software development, kami akan memastikan setiap detail design dan kebutuhan produk digital yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga unggul dalam performa dan nyaman bagi pengguna.
Anda memiliki project dengan kebutuhan tipe button yang interaktif dan eksploratif? Tersedia komponen Figma yang bisa Anda gunakan secara gratis. Langsung download melalui button di bawah ini ya!