Pernahkah kamu bertanya-tanya, bagaimana cara memastikan produk perangkat lunak yang kita bangun benar-benar sesuai dengan pengguna? Bayangkan, kita telah menghabiskan banyak waktu dan sumber daya untuk mengembangkan fitur-fitur canggih, tapi ternyata pengguna merasa kesulitan atau bahkan bingung saat menggunakannya. Rasanya sayang sekali, bukan?.
Menurut studi dari Slickplan, 94% orang mengatakan bahwa kemudahan navigasi adalah aspek terpenting dalam website. Nah, di sinilah user flow dan prototype berperan sebagai “peta” dan ‘simulasi’ yang memungkinkan kita untuk memahami dan memvalidasi pengalaman pengguna sejak awal. Tapi, apa sebenarnya manfaat konkret dari kedua hal ini dalam pengembangan perangkat lunak? Mari kita telusuri 4 manfaat utama yang akan membuat proses pengembangan Anda lebih efektif dan fokus pada pengguna.
Kapan dan bagaimana cara menggunakannya ?
“Serupa namun tak sama” adalah ungkapan yang cocok untuk user flow dan prototype dalam perannya menjelaskan langkah user secara menyeluruh dengan konsep dan design.
User flow membantu kita melihat perjalanan pengguna, langkah demi langkah. Cara ini biasanya digunakan untuk menjelaskan fitur tertentu atau menggambarkan perjalanan user dengan serangkaian tasks yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu saat berinteraksi dengan suatu produk. Umumnya user flow digunakan saat tahap konsep, tujuannya adalah agar kita bisa mendapatkan garis besar apa yang ingin kita buat. Dengan begitu kita bisa mengetahui apa saja halaman yang diperlukan dan bagaimana pengguna berinteraksi dengan halaman tersebut. Berikut adalah contoh user flow saat pengguna ingin menambah transaksi pada aplikasi pencatat keungan.


Dengan menggunakan diagram sederhana user flow bisa memberikan gambaran yang lengkap dan jelas mulai dari titik masuk sampai tujuan akhirnya, user flow menjadi solusi tercepat untuk mengidentifikasi masalah lebih awal serta meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan seperti aksi tambahan yang dibutuhkan atau membuat alur halaman yang digunakan lebih efisien.
Akan tetapi, user flow juga memiliki keterbatasan untuk mengidentifikasi detail interaksi pada design halaman yang sudah jadi, karena itu kita bisa menggunakan prototype untuk “mencicipi” produk sebelum benar-benar jadi dengan menyajikan design interaktif seperti layaknya product, app, atau website yang sebenarnya.

Menurut Tom Lowry, Direktur dari Advokat Figma yang dilansir dari artikel berjudul What is prototype Prototype adalah cara cepat untuk mendapatkan feedback dari pengguna melalui simulasi sketsa ataupun wireframe. Dari feedback tersebut kita bisa menangkap apakah ukuran, penempatan, warna, interaksi yang kita buat sudah memenuhi ekspektasi pengguna atau belum.
Media Interaksi ke Tim Internal dan Client
Komunikasi yang efektif antara tim internal dan client sangat penting untuk memastikan keselarasan pengembangan software dengan tujuan. Penggunaan media yang tepat membantu penyampaian konsep ide solusi atau hasil kerja secara lebih jelas dan mencegah miskomunikasi.
Diagram user flow lebih berfokus pada alur navigasi high-level sehingga seringkali informasi yang disampaikan kurang intuitif bagi stakeholder non-teknis. Sementara itu, prototype menyediakan pengalaman interaktif dengan visual yang sudah mendekati produk akhir sehingga lebih memudahkan tim internal dan client memahami bagaimana aplikasi akan digunakan.
User flow dan prototype bukan hanya alat untuk konsumsi design team saja, tetapi juga sarana kolaborasi yang membantu semua pihak memiliki pemahaman yang sama terhadap produk yang sedang dikembangkan.
Memberikan Gambaran Skenario Usability Testing dan Developer Handoff

Salah satu portfolio BADR unuk prototype dalam bentuk gif
Dibandingkan dengan user flow yang masih dalam bentuk diagram, prototype Figma memungkinkan UI/UX designer dan stakeholder untuk mengeksplorasi alur interaksi secara langsung sebelum melaksanakan usability testing. Simulasi ini membantu tim untuk mengevaluasi kesiapan dan kesesuaian prototype terhadap rancangan skenario, sebelum nantinya diujicobakan kepada partisipan.
Selain itu, prototype Figma berperan sebagai materi deliverable untuk handoff kepada developer. Dengan tampilan yang mendekati produk final, developer dapat lebih memahami alur interaksi, transisi antar screen, dan microinteraction yang dirancang. Hal ini mampu mengurangi revisi berulang akibat miskomunikasi dan mempercepat proses implementasi.
BADR Interactive memanfaatkan prototype interaktif dalam design workflow untuk memastikan experience produk digital yang optimal sejak tahap perancangan awal melalui pelaksanaan usability testing. Bukan hanya untuk kepentingan visual yang baik, tetapi juga efisiensi proses melalui developer handoff yang efektif.
Mendapatkan Feedbacks
Mendapatkan feedbacks dari pihak yang terlibat seperti stakeholder, tim internal dan user sangat penting untuk memvalidasi apakah user flow atau prototype yang dibuat sudah sesuai dengan kebutuhan user atau belum. Hal ini dapat menghemat waktu, biaya, dan resources selama proses development. Namun, perlu memperhatikan waktu penggunaannya dengan tepat agar feedback yang diperoleh lebih maksimal.
- User flow
Digunakan untuk mendapatkan feedback pada tahap awal (konsep). Pada tahap ini, user flow membantu memahami alur pengguna dari awal hingga akhir. Tim internal juga dapat menggali lebih dalam apakah alur tersebut mudah dipahami atau justru membingungkan sebelum masuk ke tahap design lebih lanjut. - Prototype
Digunakan untuk mendapatkan feedback pada tahap middle development hingga tahap final development. Dengan prototype, tim internal dapat memperoleh feedback berupa pengalaman pengguna saat mencoba versi sederhana dari sebuah produk serta memastikan apakah sudah sesuai dengan ekspektasi pengguna atau belum.
Agar lebih memahami bagaimana user flow dan prototype digunakan dalam proses design, berikut adalah tabel perbandingan dari 4 manfaat utama dari user flow dan prototype.

Penggunaan user flow dan prototype bergantung pada waktu dan kebutuhannya. User flow digunakan untuk memberikan gambaran konsep awal secara keseluruhan, sedangkan prototype membantu melengkapi detail kecil dari design yang telah dirancang berdasarkan user flow. Baik user flow dan prototype memiliki tujuan yang sama, yaitu memastikan design yang dibuat sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Tim BADR Interactive memaksimalkan user flow dan prototype sebagai salah satu solusi yang tepat. Melalui layanan jasa UI/UX Design (discovery & design, UX Audit, UX Research), ataupun jasa software development kami siap membantu mewujudkan design yang intuitif, fungsional dan sesuai kebutuhan pengguna.
Kami memastikan bahwa setiap detail design dan kebutuhan development lainnya diimplementasikan dengan tepat sehingga menghasilkan produk akhir dengan visual yang menarik, unggul dalam performa dan nyaman bagi pengguna. Konsultasikan kebutuhan Anda bersama tim BADR Interactive dan wujudkan solusi digital terbaik untuk pengguna Anda.