Prospek Kerja sebagai Data Architect di Masa Depan

Pernahkah Anda mendegar profesi Data Architect sebelumnya? Data Architect adalah salah satu profesi di bidang teknologi yang akhir-akhir ini sering dicari oleh berbagai perusahaan besar di Indonesia ataupun global.

Pekerjaan sebagai Data Architect adalah hal yang tidak mudah karena harus menguasai berbagai skill dan memiliki pengalaman yang terbukti. Data dari Careers360 mengatakan bahwa Ada pertumbuhan pekerjaan Data Architect yang diharapkan sebesar 9% antara tahun 2018 hingga 2028. Ini lebih tinggi dari rata-rata semua pekerjaan lainnya. Terutama mereka yang sudah menjadi ahli dalam beberapa bidang tertentu bisa mendapatkan gaji yang jauh lebih tinggi daripada rata-rata saat ini.

Data Architect menjadi salah satu profesi yang saat ini diincar oleh anak muda terutama mereka yang sudah memiliki basic sebagai Data Science ataupun bidang data yang lain. Salah satu faktor utamanya adalah prospek karir seorang Data Architect yang diprediksi menjadi skill yang sangat dibutuhkan dalam <10 tahun yang akan mendatang.

Untuk Anda yang tertarik dalam bidang Data Architect, simak ulasan selengkapnya mengenai prospek hingga gajinya dari Badr Interactive berikut ini!

Apa Itu Data Architect?

Foto oleh Unsplash

Arsitek Data atau Data Architect adalah profesi yang bertanggung jawab untuk merancang, membuat, menyebarkan, dan mengelola arsitektur data organisasi. Profesi ini berhubungan dengan data dan juga bertanggung jawab penuh pada  disimpan, terintegrasi, dan terkelola oleh data entities dan IT system milik perusahaan. 

Data Architect adalah profesi yang bisa bekerja di berbagai sektor industri seperti teknologi, hiburan, perawatan kesehatan, keuangan, hingga pemerintahan. Seorang Data Architect juga harus mampu untuk menerapkan solusi untuk menyimpan dan mengelola data untuk organisasi dan penggunanya.

Seringkali profesi Data Arcitect sering disamakan dengan Data Engineer, padahal kedua profesi ini sangat berbeda dari segi tugas maupun tanggung jawab. Data Architect fokus pada hubungan intelijen bisnis tingkat tinggi dan kebijakan data, di mana posisi yang disebutkan sebelumnya menangani penerapan hubungan dan kebijakan tersebut pada desain database tertentu.

Seorang Data Architect juga harus bisa berkolaborasi dengan tim dan memiliki skill “Team-Player”  dan juga komunikasi yang handal. Untuk menjadi Data Architect, Anda perlu menguasai beberapa hal seperti data policies development, ogical data modeling, data querying languages, data strategy, physical data modeling, dan data warehousing.

Data Architect adalah profesi yang dituntut untuk visioner dan bisa melihat peluang apa saja yang bisa dioptimasi agar bisa mencapai tujuan bisnis perusahaan. Lalu, apa saja yang menjadi beban kerja seorang Data Architect? Berikut penjelasannya!

Jobdesk Kerja

Secara umum, jobdesk seorang Data Architect pun cukup luas dan mencakup banyak hal. Berikut adalah jobdesk kerja menjadi Data Architect:

  • Menerjemahkan kebutuhan bisnis ke dalam database, data warehouse, dan data streams.
  • Menganalisis, merencanakan, dan mendefinisikan data architecture framework, termasuk keamanan, reference data, metadata, and master data.
  • Membuat dan menerapkan proses dan prosedur manajemen data.
  • Berkolaborasi dengan tim lain dalam organisasi untuk merancang dan menerapkan strategi data, membangun model, dan menilai kebutuhan dan tujuan perusahaan.
  • Mengembangkan application programming interfaces (APIs).
  • Melakukan pemantauan dan juga membuat laporan secara rutin.
  • Merancang dan membangun database relasional dengan skala besar (enterprise).

Data Architect adalah profesi yang lebih banyak berkomunikasi dengan manajer bisnis untuk keperluan sinkronisasi antara kebutuhan bisnis, aplikasi, dan data. 

Hal yang Harus Dikuasai

Jika Anda ingin menjadi seorang Data Architect, ada beberapa basic knowledge yang harus Anda kuasai dan juga pahami. Berikut adalah beberapa basic knowledge untuk menjadi seorang arsitek data:

1. Bahasa Inggris

Saat ini komunikasi menggunakan bahasa Inggris menjadi salah satu kewajiban bagi semua pekerjaan tak terkecuali Data Architect. Meskipun di Indonesia jenis profesi ini masih sangat jarang dan baru, seorang Data Architect dituntut untuk bisa berkomunikasi dengan bahasa Inggris secara tertulis maupun lisan. Ditambah, saat ini lebih banyak perusahaan luar negeri yang membutuhkan profesi Data Architect, sehingga mengharuskan Anda bisa berkomunikasi dengan bahasa Inggris. 

2. Machine Learning

Seorang Data Architect harus menguasai tentang Machine Learning yang dibuktikan dengan pengalaman kerja. Machine Learning adalah teknologi yang mampu mempelajari data yang ada dan melakukan tugas-tugas tertentu sesuai dengan apa yang ia pelajari. Saalah satu contoh hasil teknologi Machine Learning yang bisa kita temui sehari-hari adalah sistem Face ID yang ada di gadget kita.

3. Visualisasi Data

Data Architect adalah profesi yang harus memahami bagaimana cara memvisualisasikan data. Visualisasi data ini dibutuhkan agar bisa menceritakan dan mempresentasikan data yang ada. Visualisasi data juga berperan penting untuk kemajuan perusahaan, karena membantu seorang developer untuk dapat mengomunikasikan data dengan lebih efektif. Jika seorang Data Architect mampu menguasai visualisasi data, tentu akan lebih mempermudah dalam memahami informasi yang terdapat dalam data tersebut.  

Ketiga ini menjadi salah satu poin dasar yang harus dikuasai oleh Data Architect. Dibutuhkan pengalaman dan juga jam terbang yang tinggi untuk bisa menjadi seorang Data Architect yang handal dan profesional.

4. Project Management

Sebagai seorang Data Architect, Anda juga harus memiliki skill project management yang handal. Pekerjaan Data Architect adalah salah satu yang paling kompleks di bidang IT, maka dari itu skill project management menjadi syarat utama untuk siapapun yang akna bekerja di bidang ini. Pekerjaan arsitektur data selalu berhubungan dengan internal tim dan juga berkolaborasi antar divisi lainnya, sehingga Anda harus pintar-pintar dalam mengatur prioritas pekerjaan yang dijalani.

Skill yang Dibutuhkan

Kini kita akan mempelajari mengenai skill apa saja yang dibutuhkan agar seseorang bisa menjadi Data Architect, berikut ini penjelasan lengkapnya:

  • Memahami predictive modeling, NLP dan analisis teks, Machine Learning.
  • Ahli dalam data mining dan visualization.
  • Pengetahuan tentang bahasa pemrograman Python, C/C++, Java, dan Perl.
  • Mahir dalam data modeling & design, SQL Development, dan database administration.

Selain itu, seorang Data Architect perlu berkoordinasi dan berkolaborasi dengan user, system designers, dan developer dalam pekerjaan mereka sehari-hari. Dengan demikian, soft skill seperti komunikasi yang efektif, manajemen tim, pemecahan masalah, dan kepemimpinan juga menjadi skill yang harus dimiliki oleh seorang arsitek data.

Tuntutan lain dari profesi Data Architect adalah memiliki skill seperti critical thinking dan juga problem solving. Dalam bekerja sehari-hari, Anda akan dihadapkan oleh berbagai issue yang harus diselesaikan. Hal ini membuat kedua skill ini juga berpengaruh dengan cara kerja seorang Data Architect.

Di tengah persaingan pekerjaan yang semakin ketat, tidak semua orang bisa menjadi seorang Data Architect. Banyak perusahaan yang mencari seorang Data Architect dengan latar belakang dari pendidikan seperti Data Science ataupun Teknik Informatika. Mengapa latar belakang ini penting? Karena pekerjaan ini membutuhkan mereka yang sudah familiar dan paham mengenai lingkungan teknologi saat ini.

Prospek Kerja Data Architect

Foto oleh Unsplash

Bagaimana prospek seorang Data Architect saat ini dan masa depan? Dilansir dari Climbtheladder, profesi Data Architect adalah salah satu yang sedang naik daun beberapa tahun ke depan. Ketika data menjadi lebih kompleks, seorang Data Architect harus dapat menganalisisnya dengan cepat dan menemukan pola yang dapat digunakan untuk membuat keputusan yang lebih baik.

Masih sedikitnya tenaga SDM yang tersedia saat ini membuat siapapun yang berhasil dan berpengalaman menjadi seorang Data Architect pasti menjadi incaran para perusahaan berskala global. Hal ini juga berpengaruh pada pendapatan seorang Data Architect yang tinggi dan dibarengi dengan berbagai tantangan besar yang harus dihadapi.

Bagi Anda yang masih frehs graduate atau belum menentukan jenjang karir ke depan, profesi Data Architect bisa menjadi pilihan yang tepat. Langkah awal untuk bisa menjadi seorang Data Architect adalah dengan mengikuti internship di berbagai perusahaan untuk mengetahui apa saja kendala dan tanggung jawab dalam setiap sektor bisnis saat ini. Selain itu, Anda juga bisa mengambil berbagai course yang gratis hingga berbayar untuk membuktikan seberapa jauh skill Anda untuk bisa menjadi seorang Data Architect. 

Jika Anda sudah memasuki entry-level menjadi Data Architect, maka kesempatan untuk menjadi Data Architect profesional akan terbuka dengan sendirinya. Saat ini, terdapat banyak lowongan mengenai Data Architect di beberapa portal pekerjaan seperti LinkedIn, GrabJobs, atau Kalibrr.

Tantangan Seorang Data Architect

Semua pekerjaan pasti memiliki tantangannya sendiri-sendiri. Saat bekerja menjadi seorang Data Architect, Anda juga akan menemukan berbagai tantangan dan juga hambatan yang harus dilalui. Berikut adalah beberapa tantangan menjadi seorang Data Architect:

1. Dituntut Menjadi Visioner

Data Architect adalah profesi yang harus pandai melihat peluang dan memprediksi masa depan ataupun tren yang nantinya kan terjadi. Anda harus memahami perihal resiko-resiko dari keputusan yang diambil sebagai seorang Data Architect. Perusahaan akan memberikan pressure dan tanggung jawab besar untuk Data Architect karena harus menyeimbangkan antara data dan juga kepentingan bisnis perusahaan.

2. Bisa Mengatasi Masalah Technical dan Manajemen

Seorang Data Architect tentu akan menemukan berbagai masalah technical dari pekerjaannya. Maka dari Anda harus memiliki pengalaman dan juga jam terbang yang tinggi agar bisa melihat dan mengetahui berbagai masalah yang terjadi, serta memiliki solusi apa saja untuk kendala tersebut. 

Karena Data Architect adalah seseorang yang bekerja di dalam tim, tentu juga akan menemukan masalah pada urusan manajemen ataupun komunikasi antar tim. Sebaiknya, Anda sudah memahami kapabilitas masing-masing anggota tim dan memiliki sistem komunikasi yang sesuai untuk semua anggota tim.

Gaji Sebagai Data Architect

Dengan berbagai tanggung jawab yang harus dilakukan, lantas berapa gaji yang didapatkan seorang Data Architect? Dilansir melalui Glassdoor, pendapatan Data Architect secara global saat ini adalah $135,022 atau setara dengan 2 Miliar per tahunnya. Gaji seorang Data Architect memang besar karena tanggung jawab dan juga skill yang dimiliki sangatlah kompleks.

Di Indonesia sendiri, gaji seorang Data Architect yang memasuki entry level beradadi 7 juta perbulannya. Sementara untuk seorang Data Architect senior bisa mencapai 15-50 juta perbulan sesuai dengan bidang industri masing-masing.

Demikian adalah ulasan mengenai profesi Data Architect lengkap dengan prospek dan juga skill apa saja yang diperlukan. Apakah Anda sudah siap menjadi seorang Data Architect masa depan?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on email
Email

100+ companies have collaboration with Badr Interactive

For more than 10 years, we have developed 300+ websites/apps for our various clients. Let’s join and create the best system for your company

Other Insight

Grow Your Knowledge About Software Development with Software Development Guidebook

You Dream It, We Build It

Our Services

We provide several bonuses FOR FREE to help you in making decisions to develop your own system/application:

  • Risk Free Development Trial
  • Zero Requirement and Consultation Cost
  • Free Website/Mobile Audit Performance