BLOG POSTS

26 November 2015

93lz96un

Catatan Perjalanan Startup Istanbul Bag. 2: Blue Mosque, Hagia Sophia, dan Nusantara

*) Ini adalah bagian kedua, silakan baca bagian pertama terlebih dahulu disini.

Kami hadir pukul 11.00 saat acara sedang coffee break, setelah mengambil roti dan susu, saya pun duduk untuk beristirahat sekaligus menenangkan diri sebelum sesi pitching dimulai. Ada sekitar 2 short-seminar sebelum akhirnya  pada pukul 13.00. Setelah melahap habis 2 kebab dan satu mangkuk penuh salad, kami pun berlatih pitching dan saya sudah ‘menghapal mati’ semua slide. iGrow mendapat giliran keempat (yang diurutkan berdasarkan abjad) di ruang yang berkapasitas 50 orang. Pukul 14.00 sesi pitching dimulai, kami masuk ruangan dengan lisan yang terus berdoa,

“Ya Allah, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka mengerti perkataanku”

  doa yang diucapkan nabi Musa saat akan menghadapi Fir’aun.

Setelah 3 startup, akhirnya tiba giliran iGrow untuk pitching. Kira-kira, seperti ini sedikit detail dari mekanismenya:

  • Durasi presentasi 2,5 menit, tidak lebih tidak kurang.
  • Harus menjelaskan tentang problem, traction, market, dan features.
  • Sesi tanya jawab 3.5 menit

Alhamdulillah semua berjalan lancar, saya pun bisa menjawab pertanyaan juri dengan tenang dan mantap. Setelah giliran selesai, kita tetap tinggal di ruangan untuk mengikuti pitching peserta yang lain.

Pitch Session Hari Pertama
Pitch Session Hari Pertama

The (Paypal) Bosphorus Tour

 

Our Ship for Bosphorus Tour
Our Ship for Bosphorus Tour

Pitching session telah selesai, masuk ke agenda berikutnya yaitu bosphorus tour, dari Microsoft HQ di Levent, kami naik bus menuju salah satu terminal ferry. Tur ini diawali dengan sesi networking di lantai 2 kapal, sambil menyantap snack dan orange atau cherry juice. Disini saya berkenalan dengan peserta dari Pakistan. Setelah sesi networking selesai, kami masuk ke ruang makan di lantai satu. Hidangan sudah tersedia di meja. Sambil menyantap hidangan, saya berkenalan dengan Jouanne Yassen, peserta dari Tunisia.

Jouanne Yassen adalah muslim dari Tunisia yang bekerja di Paris sebagai software engineer, dia pindah dari Tunisia dikarenakan gaji di Paris lebih tinggi. Dia pun menyebutkan bahwa software engineer di Paris masih sedikit dan relatif mudah jika ingin kerja disana. Saat ini Yassen bekerja sebagai seorang konsultan IT, sekaligus membangun start-upnya. Dia membangun produk yang memungkinkan orang untuk masuk ke dalam sebuah event, hanya dengan scan smartphone melalui beacon, tanpa harus repot-repot mengurus dokumen.

Yang membuat saya senang dengan tur ini adalah sebuah pengalaman yang baru bertemu dengan teman dari negara lain, dan ngobrol tentang hal-hal berbeda dari tiap negara. Menyadarkan saya akan firman Allah bahwas kita diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal, sehingga kita bisa memiliki pemahaman lebih luas, rendah hati dan toleran (49:13).

Mengenal bangsa lain juga berarti mengenal lebih baik bangsa sendiri, contohnya saat saya ngobrol dengan peserta dari Pakistan yang menyebutkan bahwa daerah dia 70% adalah padang pasir sehingga sulit untuk melakukan aktivitas penanaman, dan ada juga negara yang sangat kecil dan memiliki sumber daya alam yang sedikit. Saya pun memikirkan Indonesia, negara yang berpenduduk 250 juta ini sangat kaya dengan sumber daya alam ditambah dengan curah hujan yang baik, harusnya negara ini bisa tumbuh lebih pesat dibandingkan negara lainnya. Apa yang salah?

Day 2 : The Selection

 

Makes no mistake.

Karena pitching session hari ini menentukan 50 tim yang lanjut ke tahap selanjutnya, kami mengubah konten berdasarkan feedback dari juri pada sesi sebelumnya. Kali ini kami akan pitching di ruangan yang cukup kecil, dengan sebuah meja bundar yang dihadiri oleh 4 orang juri, 1 moderator dan 2 perwakilan dari start-up.

Pitching berjalan lancar, juri sangat terpukau dengan ide kami, bahkan ada yang langsung menyarankan untuk ikut pada event berikutnya di Singapura. Beberapa feedback pun kami terima, terutama dibagian urutan penyampaian slide.

Setelah pitching selesai, dan waktu masih menunjukkan pukul 15.00, kami segera memanfaatkan momen ini untuk menjelajah Istanbul, dan tentu saja daerah yang pertama kali kami datangi adalah Sultan Ahmet, dimana Hagia Sophia, Blue Mosque dan Topkapi Palace berada. Dari lokasi acara, kami harus berjalan kaki untuk sampai di metro Kabatas, setelah itu naik Venicular untuk sampai ke Taksim. Dari Taksim, kita naik tram langsung menuju Sultan Ahmet.

Suasana di Sultan Ahmet Square
Suasana di Sultan Ahmet Square

Setibanya di lokasi, lautan manusia memadati kompleks, tidak seperti wilayah Istanbul yang lainnya, tempat ini memiliki banyak sekali ruang lapang, dan memiliki keindahan luar biasa. Banyak sekali turis dari berbagai negara, dari benua Eropa maupun Asia.

Saya langsung bergegas untuk masuk Blue Mosque, arsitektur yang megah dan mewah serta ornamen-ornamen khas Turki memenuhi dinding masjid. Di bagian depan, imam sedang membacakan pengenalan singkat mengenai Islam yang ditujukan  kepada ribuan turis yang datang, sungguh media dakwah yang luar biasa. Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Hagia Sophia, sayangnya untuk masuk ke dalam dikenakan tiket sebesar 50 TL, karena kami punya keperluan yang lebih prioritas, akhirnya niat untuk masuk ke dalam kami tunda, semoga Allah memberikan izin untuk kembali lagi ke Istanbul.

Suasana di Sultan Ahmet Square
Suasana di Sultan Ahmet Square
Sholat Maghrib di Blue Mosque
Sholat Maghrib di Blue Mosque
Malam Hari di Sultan Ahmet Square
Malam Hari di Sultan Ahmet Square

Day 3: The Big 50

Pada pukul 02.00 hari ini, pengumuman 50 besar kami terima, alhamdulillah iGrow termasuk salah satu di dalamnya. Kami kembali menyempurnakan slide dan berlatih lebih giat lagi. Pitching kali ini spesial karena akan disaksikan langsung oleh para Investor, yang sekaligus penentu start-up mana yang akan masuk 15 besar untuk pitching di main event.

This is the real thing, a serious business.

Giliran kami pun tiba, alhamdulillah saya dapat pitching dengan lancar walau sempat panik karena melihat moderator memberikan sinyal waktu tinggal sedikit, sehingga saya secara spontan melewati satu slide. Setelah berjalan keluar dari ruangan dan kembali duduk di kantin, ada sekitar lima investor yang berkenalan dan meminta kontak kami. Salah satu dari orang tersebut adalah Moises Santana dari Spanyol, yang sangat antusias dengan ide kami. Selain karena dia suka dengan ide iGrow, beliau pun juga sebagai pelaku dari aktivitas pertanian. Dia mempunyai ratusan hektar tanah di Spanyol yang ditanami buah pisang. “Sesibuk apapun saya di luar, pasti ingin kembali lagi ke lahan untuk mendapatkan rasa damai”, ujarnya. Kami pun mendapatkan suntikan motivasi dari beberapa investor yang lain.

Selepas makan siang, kami mencoba bermain biliar, this is my first experience and many stupid things happened. Tongkat tidak menyodok bola, bola melompat keluar board, dan yang paling sering, bola putih yang masuk ke hole. Saya dan Bang Jay bermain 3 ronde dan dimenangkan oleh Bang Jay dengan skor 8-7, 4-10, 7-8.

Puas main biliar, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Taksim Park, distrik yang cukup ramai dan identik dengan pusat perbelanjaan. Setelah itu kami bertolak ke Warung Nusantara, satu-satunya warung makan khas Indonesia di Turki, untuk menghadiri pertemuan antara KBRI dan WNI di Turki.

Warung Nusantara, satu-satunya restoran Indonesia di Turki
Warung Nusantara, satu-satunya restoran Indonesia di Turki

Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh rasa kekeluargaan. Banyak diskusi tentang masalah mahasiswa mulai dari sulit lapor, pembuatan paspor yang hilang, mahasiswa yang jadi tour guide, dan sebagainya. Ada juga WNI dari Bali yang mempunyai masalah ketenagakerjaan sebagai pegawai SPA di hotel. Momen ini menjadikan saya lebih paham tentang fungsi KBRI dan KJRI di suatu negara. Setelah acara diskusi selesai, dilanjutkan dengan acara makan-makan, sebenarnya pingin banget sih ikut, karena menunya bakso. Hampir tiga hari belakangan kami makan kebab (dan sejenisnya) terus. Tapi karena antriannya luar biasa panjang, kami akhirnya mengurungkan niat dan langsung meluncur ke apartemen.

IMG_3714
Tembok Konstantinopel

Sesampainya di apartemen, kita ingin masak Indomie (iya, indomie) untuk makan malam, namun di dapur sudah ada 2 orang teman dari Malaysia, Syamil dan Johnny (agak lupa namanya, hehe). Syamil adalah mahasiswa yang sedang kuliah di Turki jurusan agama Islam, sedangkan Johnny di kedokteran. Selang beberapa waktu, datang Izhar dari Suriah. Dia merupakan anggota dari LSM yang bertugas untuk membantu para pengungsi Suriah yang datang ke Turki. Dia membawakan (banyak) makanan untuk kami, sejenis KFC kalau di Indonesia, tapi mungkin ini dua kali lebih besar. Sembari menyantap hidangan, kami banyak ngobrol tentang kondisi terkini di Suriah, kondisi di Malaysia dan berbagai topik lainnya.

Next, kisah kami di hari sebelum final, dan final pitch. :) Baca disini

Andika Amri

Hello, my name is Andika Amri, just graduated from faculty of computer science Universitas Indonesia. I have a 3 years experience in web development and ux design. I'm also interested in hiking, basketball, and books about politics, inspiring story, islamic religion and life motivation. Now I'm currently signed up my self in PT Badr Interactive, an IT service company for mobile and web apps.
Andika Amri


Avatar